Tampilkan postingan dengan label Tentang indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang indonesia. Tampilkan semua postingan

Penjelasan Ilmiah Tentang Misteri Pembangunan Borobudur

Selasa, 07 Juni 2011

Candi Borobudur adalah candi terbesar peninggalan Abad ke-9. Candi ini terlihat begitu impresif dan kokoh sehingga terkenal seantero dunia. Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. 

Namun tahukah Anda bahwa seperti halnya pada bangunan purbakala yang lain, Candi Borobudur tak luput dari misteri mengenai cara pembuatannya? Misteri ini banyak melahirkan pendapat yang spekulatif hingga kontroversi. Dengan beberapa catatan dan referensi yang terbatas, mari kita coba menganalisis dan sedikit menguak tabir misteri pembuatan candi ini yang ternyata tidak perlu di-misteri-kan!

10 Satelit Antariksa Tertua Milik Indonesia yang Mengorbit diatas Bumi

Minggu, 05 Juni 2011

10. Satelit Palapa D (2009)

Satelit Palapa D (kode internasional = 2009-046A) adalah satelit komunikasi Indonesia yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Indosat Tbk dan diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2009 pukul 16:28 WIB di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) menggunakan roket Long March (Chang Zheng) 3B. Satelit ini dibuat oleh Thales Alenia Space, Perancis, dan dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa C2 pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT yang akan selesai masa operasionalnya pada tahun 2011.

Suku Terasing di Indonesia Capai 10.030 Orang

Minggu, 22 Mei 2011


Badan Pusat  Statistik (BPS) dalam sensus penduduk 2010 mendata ada 10.030 orang suku terasing di Indonesia. Mereka ini tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Sosial Wynandin Imawan mengatakan suku terasing yang dimaksud BPS adalah, kelompok atau komunitas masyarakat yang sifat kehidupannya terisolasi dibanding masyarakat secara umum.

sains Jejak Astronomis di Borobudur

Sabtu, 21 Mei 2011

Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangun nenek moyang bangsa Indonesia yang mengagumkan. Penempatan stupa terawang maupun relief di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan alias astronomi.


10 Penjara Bawah Tanah di Indonesia

10. Penjara bawah tanah Benteng Vastenburg, Solo.Benteng megah di tengah Kota Bengawan ini, sekarang tinggal seonggok bangunan yang tak berharga dan ditumbuhi rumput ilalang yang lebat. Dalam konteks morfologi perkotaan, benteng itu memiliki peranan penting yakni pusat hubungan Solo-Semarang. Kota Solo dalam periode XVIII-XIX, sebagai pusat perdagangan dan ditandai perkembangan kota kolonial. Uniknya, perkembangan ini tercipta dalam nuansa kekuasaan tradisionalistik Kerajaan Kasunanan Surakarta.Di tempat itu, kekuatan pasukan Belanda dipusatkan. Konon, juga ada semacam bungker bawah tanah yang cukup luas di bawah benteng. Bungker tersebut digunakan untuk penjara para tawanan. Hal itulah yang membuat tempat tersebut tak dimungkinkan jika dijadikan bangunan bertingkat.9. Penjara Bawah tanah Benteng Pendem, Cilacap.

Patung-Patung tertinggi di Indonesia

Ada beberapa patung besar yang terdapat di Indonesia, tapi saya hanya akan menulis beberapa yang menarik perhatian saya.

1. Garuda Wisnu Kencana

9 Makhluk Mitologi Asli Indonesia

Selasa, 17 Mei 2011

1. Orang Pendek
Orang Pendek adalah hewan kriptid asal Pulau Sumatera dan telah dikenal sejak 100 tahun lalu oleh penghuni hutan, penduduk, kolonis belanda dan ilmuwan. Penelitian menyebutkan bahwa orang pendek adalah primata berjalan yang memiliki sekitar 80 cm dan 150 cm.


Peran Indonesia Justru Diharapkan

Sabtu, 30 April 2011

Anggapan pemerintah Thailand tidak menginginkan peran serta Indonesia dalam penyelesaian masalah dengan Kamboja tidak benar. Indonesia sebagai ketua ASEAN malah justru diharapkan kontribusinya dalam menciptakan perdamaian antara kedua negara.


Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Thailand, Kasit Piromya, pada pertemuan dengan Menlu Indonesia, Marty Natalegawa, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 28 April 2011. Natalegawa mengatakan bahwa Kasit telah menyatakan komitmennya untuk tetap menyertakan Indonesia dalam proses perundingan.

"Thailand sangat mengharapkan peran serta Indonesia dan ASEAN untuk memfasilitasi perundingan kedua negara," ujar Natalegawa.

Sebelumnya, perundingan terutama masalah pengiriman tim peninjau dari Indonesia ke perbatasan sempat molor karena pihak Thailand tidak menyepakati beberapa bagian dalam Term of Reference (TOR) yang diajukan ASEAN. 

Beberapa pihak di Thailand juga bersikeras tidak ingin menyertakan Indonesia sebagai pihak ketiga dalam perundingan dengan Kamboja. Mereka menginginkan perundingan dilaksanakan secara bilateral tanpa ada pihak ketiga.

Natalegawa mengatakan dalam pertemuan tersebut, Kasit membantah hal ini. Dia mengatakan bahwa Indonesia sebagai ketua ASEAN bukanlah pihak ketiga, namun sudah dianggap sebagai satu kesatuan dengan Thailand maupun Kamboja.

"Mereka justru butuh partisipasi ASEAN, karena ASEAN telah dianggap sebagai keluarga besar dan tidak dianggap sebagai pihak ketiga," ujar Natalegawa.

"Bilateral yang dimaksud Thailand bukan berarti mengesampingkan ASEAN," lanjutnya lagi.

Kasit kepada Natalegawa juga menyampaikan komitmen Thailand untuk menyelesaikan masalah dengan Kamboja melalui jalur diplomasi. Kekerasan yang belakangan terjadi, ujar Natalegawa, sangat tidak diharapkan.

"Thailand juga berkomitmen akan melanjutkan upaya untuk menghindari konflik dan melanjutkan gencatan senjata, menormalkan hubungan dengan Kamboja dan situasi militer," ujar Natalegawa.

RI Temukan Pembangkit Listrik Gelombang Laut

Kamis, 28 April 2011

Krisis energi membuat sejumlah ahli berpikir untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Pembangkit yang mengutamakan uranium untuk menghasilkan daya ini dipandang mampu untuk menjawab tantangan energi nasional.

Namun, pascaledakan PLTN Fukushima Jepang akibat gempa dan tsunami yang melanda kawasan tersebut, penolakan akan pembangkit nuklir kembali bermunculan. Risikonya dinilai terlalu besar bagi Indonesia.


Fakta tersebut yang menyurutkan minat sejumlah politisi untuk membatasi atau menunda pembangunan PLTN di Jawa dan Sumatera. Konsekuensinya, ketersediaan energi nasional kembali menjadi pertanyaan mendasar.

Sebenarnya, peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan PT Perusahaan Listrik Negara, Zamrisyaf, telah menemukan sumber energi baru yang terbarukan berupa tenaga gelombang laut. Potensi ini diyakininya mampu mengatasi krisis listrik nasional. Hal terpenting, Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang-Sistem Bandul (PLTGL-SB) ini ramah lingkungan.

“Jika 20 persen saja panjang Pantai Selatan [Jawa] dimanfaatkan untuk PLTGL, maka didapat daya sekitar 6.500 Mega Watt,” ujar Zamrisyaf dalam wawancara tertulis, Kamis, 28 April 2011.

Kalkulasi tersebut berdasarkan potensi energi di Pantai Selatan yang rata-rata mencapai 40 kilo watt per meter lebar gelombang. Dibanding dengan PLTN, daya yang dihasilkan tidak jauh berbeda.

Seperti dimuat dalam pemberitaan VIVAnews.com sebelumnya, satu gram uranium menghasilkan 1.000 megawatt (MW) listrik setahun. Setara dengan penggunaan 3 juta ton batu bara dan dua juta kilo liter bahan bakar minyak (BBM).

Namun, biaya operasi dan konstruksi PLTN lebih mahal dibanding pembangkit lainnya. Setiap 1.000 MW daya PLTN membutuhkan US$4-6 miliar yang mampu membangun pembangkit listrik tenaga bayu berdaya 3.000-4.000 MW. Hal ini diperparah dengan masalah risiko radiasi yang bisa mengancam keselamatan manusia dan lingkungan.

Sejauh ini, temuan Zamrisyaf telah mendapatkan penyempurnaan lewat kerjasama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Menurutnya, kerjasama dengan ITS telah mengasilkan ukuran-ukuran yang akurat untuk sebuah rancangbangun PLTGL-SB. Terutama ukuran-ukuran dimensi ponton, berat bandul, dan panjang lengan bandul serta daya dan RPM yang dihasilkan.

Pada tahap awal, potensi maksimal dari satu unit PLTGL sekitar 125 kw. Bahkan diupayakan bisa mencapai mencapai 300kw. Ini berdasarkan perhitungan, berat bandul 10 kg; panjang lengan bandul 2 meter; periode gelombang laut rata-rata 3 detik mencapai ketinggian 1,5 meter; maka daya yang dihasilkan satu set bandul  sekitar 25,2kw.

“Apabila satu unit ponton terdiri dari 5 set bandul, maka daya yang dihasikan oleh satu unit ponton mencapai sekitar 125 kw,” ujarnya. 

Terkendala Dana


Jika tak ada halangan, PLTGL-SB temuan Zamrsiyaf akan diluncurkan 2013 mendatang. Produksi massal pembangkit ini bisa dilakukan mengingat teknologi dan bahan baku yang digunakan mudah ditemukan di dalam negeri. 

“Sebenarnya tahun 2013 PLTGL-SB sudah bisa diluncurkan, tapi tergantung pendanaan untuk penelitian dan pengembangan. Tahun ini anggaran penelitian PLTGL-SB di PLN tidak tersedia dengan berbagai alasan,” ujar pemilik hak paten nomor HAKI P00200200854  atas pembangkit tersebut.

Ia mengaku, temuannya ini bisa diproduksi secara masal di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut-Sistem Bandulan (PLTG-SB). Pembangkit ini pernah diuji coba tahun 2007 di Pantai Ulak Karang Padang. Alat yang dibangunnya mampu menghasilkan listrik sebesar 300 watt meskipun belum bisa dikatakan berhasil.

Cara kerja alat ini cukup menarik. Ponton yang berfungsi sebagai kapal mengangkut bandul yang terintegrasi dengan dinamo. Untuk menghasilkan putaran dinamo yang maksimal, bandul dibantu dengan alat transmisi double-freewheel dan dintegrasikan dengan bantuan rantai.
 
Setiap gerakan air laut akan menggoyangkan bandul sehingga menggerakkan double-freewheel untuk memutar dinamo menghasilkan listrik. Nilai investasi alat ini ditaksir setara dengan pembangunan PLTA.

Pada PLTGL-SB temuan pegawai PLN ini, turbin maupun bandul yang terpasang pada ponton sebagai wadah pengapung pembangkit tersebut tidak terkena air laut. Sehingga dari segi ketahanan alat ini akan lebih terjamin. 

Bagaimana dengan PLTN? Seperti ditulis dalam laman ini sebelumnya, Dewan Energi Nasional (DEN) mensyaratkan tiga hal penting yang harus dipenuhi pemerintah jika tetap menjalankan rencana pembangunan PLTN. Tiga syarat itu yaitu aspek keselamatan dan lingkungan, partisipasi publik, dan aspek subsidi oleh publik yang harus dipenuhi agar PLTN bisa lebih pro masyarakat.

11 TOKOH INDONESIA YANG SUKSES TANPA IJAZAH

Jumat, 25 Maret 2011


Siapa bilang sukses perlu pendidikan yg tinggi, ini contoh 11 orang Indonesia yg sukses tanpa ijazah:
  1. Andy F. Noya
    Andy F. Noya
    PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,”?tutur Andy.
  2. Adam Malik
    Adam Malik
    Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah.
  3. M. H. Ainun Najib
    Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).
  4. Abdullah Gymnastiar
    Abdullah Gymnastiar
    Ternyata sukses menjadi kiai dan wirausahawan (pengusaha besar) tanpa ijazah. Walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini belum mengambil ijazahnya.
  5. Ajip Rosidi
    Ajip Rosidi
    Dia menolak ikut ujian akhir SMA karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”?. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA, pada usia 29 th diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Univ. Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun. Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
    • Sekolah Rakyat 6 tah di Jatiwangi (1950)
    • Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
    • Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)
  6. Bob Sadino
    Bob Sadino
    Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 th mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 t. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
    Pada th 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
  7. Andrie Wongso
    Andrie Wongso
    Anak ke 2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 th (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
  8. Purdi E Chandra
    Purdi E Chandra
    Sosok Purdi E. Chandrakini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk MURI lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 rb siswa tiap th.
    Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
    Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa2 dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita2 dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
    Kini kabarnya sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh Indonesia.
  9. Hendy Setiono
    Hendy Setiono
    Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 jt atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta.
  10. Buya Hamka
    Buya Hamka
    HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 th, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.
  11. Basrizal Koto
    Basrizal Koto
    Basrizal Koto atau sering disebut Basko lahir di Kampung Ladang, Pariaman dari pasangan Ali Absyar dan Djaninar. Masa kecilnya sangatlah getir, dimana Basko sempat merasakan hanya makan sehari sekali, di mana untuk makan sehari-hari saja sang ibu harus meminjam beras ke tetangga.
    Ayahnya hanyalah bekerja sebagai buruh tani yang mengolah gabah. Meski sempat bersekolah hingga kelas lima SD, Basko akhirnya berkesimpulan bahwa kemiskinan harus dilawan bukan untuk dinikmati. Atas seizin ibunya, diapun memilih pergi merantau ke Riau dibanding melanjutkan sekolah.Basko yang panjang akal dan visioner mengawali usahanya dengan berjualan pete.Kemahirannya berkomunikasi, membangun jaringan, menepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawanya sukses menaklukan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.
    Jumlah perusahaan yang dikelolanya kini mencapai 15 perusahaan dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis penambangan batu bara di Riau, menyediakan jasa TV kabel dan Internet di Sumatra.Beberapa perusahaan yang masuk dalam MCB Group miliknya adalah PT Basko Minang Plaza (pusat belanja), PT Cerya Riau Mandiri Printing (percetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), PT Bastara Jaya Muda (tambang batubara), PT Best Western Hotel (Hotel Basko), dll. Proyek terakhir yang tengah digarapnya adalah pendirian Best Western Hotel dengan 198 kamar. Sebuah hotel bintang empat plus yang tengah di bangun di Padang, Sumatra Barat.

Mengenang Kejayaan Trem di Jakarta

Kamis, 24 Maret 2011



Alat transportasi bernama trem mulai diperkenalkan di Batavia pada 1869. Trem pada masa itu ditarik oleh kuda. Meski "mesin penggeraknya" kuda, tapi jarak tempuhnya lumayan panjang, dari Kwitang ke Pasar Ikan. Lambat laun posisi trem kuda digantikan dengan trem bermesin uap pada 1881. Ketel uap yang ditempatkan dalam kaleng besar menjalankan lokomotif trem.


Karena menggunakan uap maka jarak tempuh trem ini lebih jauh, dari Pasar Ikan ke Gajah Mada hingga Harmoni, berlanjut ke Kramat melalui Pasar Baru dan lapangan Banteng, kemudian ke Meester Cornelis (Jatinegara) melewati Salemba dan Matraman.

Sekitar 20 tahun kemudian atau tahun 1901 trem listrik mulai diperkenalkan. Meski demikian, trem upa tetap beroperasi. Trem uap akhirnya berhenti beroperasi pada 1933 karena semua trem sudah menggunakan listrik.

Trem listrik berakhir pada tahun 1960 di masa Wali Kota Sudiro. Ketika trem hendak digusur, Sudiro memohon pada Presiden Soekarno agar jaringan trem dari Jatinegara - Senen tetap dipertahankan. Tapi Bung Karno, Presiden RI pertama, menolak dan menganggap trem tidak cocok untuk kota semacam Jakarta. Dia lebih setuju dibangun metro atau kereta api bawah tanah.

7wolu.blogspot.com

7wolu.blogspot.com

7wolu.blogspot.com

7wolu.blogspot.com

7wolu.blogspot.com

99% Wanita Indonesia Tidak Pakai Celana Dalam

Minggu, 20 Maret 2011


Pada suatu ada 2 orang penjual celana dalam yang bernama Paimen dan Paijo mereka meributkan soal daganganya.
Paimen : “Kamu percaya enggak kalo 99% wanita di Indonesia tidak memakai celana dalam.”
Paijo : “Ahhhhh… tidak mungkin.”
Paimen : “Mau bukti?”

Lalu Paimen membuktikannya dengan bertanya kepada setiap wanita yang lewat didepannya.
Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”
Wanita 1 : “Ahhh… kemarin khan sudah!”
Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”
Wanita 2 : “Ahhh… enggak ahh!”
Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”
Wanita 3 : “Enggak mas… lain kali saja!!”
Lalu terbukti perkataan Paimen kepada Paijo, bahwa 99% wanita tidak memakai celana dalam.

Benteng Pertahanan Termegah di Asia

Sabtu, 19 Maret 2011

Adalah sebuah hal yang cukup beralasan bila seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng Fort Rotterdam di Makassar sebagai "the best preserved Dutch fort in Asia", benteng Belanda yang paling terlestarikan di Asia. Saat berkunjung akhir tahun lalu, saya masih merasakan nuansa menawan benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini. Peninggalan dari Kesultanan Gowa, benteng ini kokoh berdiri di pinggir pantai sebelah barat Makassar. 




Walau pada beberapa sisi terlihat kusam dengan lumut yang menempel pada dinding tembok benteng, kemegahannya masih terasa. Saat berdiri di depan gerbangnya yang kokoh saya mendadak membayangkan kehebatan Kesultanan Gowa membangun benteng ini. Dari 17 benteng yang dibangun di sekeliling kota, Fort Rotterdam merupakan benteng yang masih tersisa hingga saat ini dan masih terpelihara keasliannya.

Dari segi arsitektural benteng ini menampilkan bangunan berbentuk mirip penyu hendak merangkak turun ke lautan. Karena bentuknya mirip penyu, kadang benteng ini juga dinamai Benteng Panyua (Penyu), representasi kejayaan Kesultanan Gowa yang senantiasa meraih kemenangan di darat maupun laut.



Benteng Rotterdam dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Bahan dasar pembangunan benteng ini berasal dari batu dan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pada 9 Agustus1634, Sultan Gowa ke-XIV (I Mangerangi Daeng Manrabbia dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok dengan batu padas hitam yang didatangkan dari pegunungan Kartz daerah Maros. Pada tanggal 23 Juni 1635, dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang.

Sejarah mencatat, untuk memperkuat jalur perdagangan rempah-rempah serta memperluas kekuasaan, Belanda pernah menyerang benteng ini pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin antara 1655-1669. Dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman, pasukan Belanda menggempur Kesultanan Gowa selama setahun penuh.
Mereka dihadapkan pada perlawanan tangguh prajurit Sultan Gowa. Akibatnya, sebagian benteng hancur dan pasukan Sultan Hasanuddin menyerah. Akibat kekalahan tersebut Sultan Gowa dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667. Namanya kini diabadikan menjadi salah satu universitas negeri dan bandar udara internasional di Makassar.



Benteng yang sebagian hancur ini kemudian dibangun kembali oleh Gubernur Jendral Speelman dengan model arsitektur Belanda. Speelman menamakan benteng ini sama dengan nama tempat kelahirannya, Rotterdam. Bentuk benteng yang tadinya segi empat dengan empat bastion, ditambahkan satu bastion lagi di sisi barat. Kehadiran benteng ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Belanda di wilayah timur Indonesia namun juga menjadi pusat koordinasi perdagangan rempah-rempah Nusantara.

Sebuah patung warna putih yang menggambarkan Sultan Hasanuddin mengendarai kuda menyambut kedatangan pengunjung di benteng ini. Patung yang gagah, tapi sayangnya ada tangan-tangan nakal yang mencorat-coret beberapa bagian patung. Memasuki kawasan benteng, kita bisa langsung menuju Museum Lagaligo yang berisi peninggalan sejarah dan artefak-artefak budaya masa lalu, khususnya kerajaan Gowa-Tallo serta daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.



Di dalam kawasan benteng terdapat pula ruang tahanan Pangeran Diponegoro. Menurut sejarah, Pangeran Diponegoro yang memimpin perlawanan pada Belanda antara 1825-1830 itu akhirnya ditangkap setelah dijebak oleh siasat licik penjajah untuk melakukan perjanjian damai. Pada 1834, Pangeran Diponegoro dibawa ke Fort Rotterdam setelah sebelumnya dibuang ke Manado. Di dalam sel penjara berdinding kokoh melengkung itulah Pangeran Diponegoro ditahan. 

Banyak kalangan mempercayai sang Pangeran akhirnya wafat di Makassar, namun ada juga yang menyebutkan, untuk menghindari konflik jenazah Pangeran Diponegoro dipindahkan Belanda dan dimakamkan pada sebuah tempat yang dirahasiakan.

Sangat mudah mencapai benteng Fort Rotterdam karena letaknya di tengah kota Makassar. Anda bisa menggunakan angkutan umum atau taksi untuk mencapai tempat ini. Tidak ada pungutan bayaran apapun untuk memasuki benteng bersejarah yang kini menjadi salah satu obyek wisata andalan Sulawesi Selatan.

ciri2 cewek SMA yang gaul di kota ane gan,kalau dikota kamu gimana ciri2nya?

Jumat, 18 Maret 2011




ane cuma mau share tentang perilaku anak2 SMA di kota ane yang g4uls  abis gan (baca : nyeleneh)
ane hidup ki kota kecil di prov jat*ng, tepatnya di bawah kaki gunugn merbabu yang hawanya mayan dinging an.
ciri2 nya ni gan :

1. Make up berlebihan
walopun masih SMA dandanan nya ga mau kalah sama mbak2 SPG atau sales make up di mall2. pakek lipglos yang cerah, bedak 1 cm dll.

2. Model Rambut nya hampir sama semua
Pakek poni depan yang kayak punya dora the explorer, di rebonding, kalo kurang panjang pakek hair extention.. padahal masih sekolah

3. BH (warna-warni)nya keliatan
Ni gan yang sering ane jumpain dimana2(jalan n angkot), mungkin karena bajunya udah agak lama kan udah agak menerawang tu baju(putih) , na BH nya yang udah kayak bang-jo tu keliatan dari luar. Dan yang ane bingungin kenapa nggak pada pakek kaos dalem semua ya anak2 ntu?

4. Pakean Seragam yang mepet
Mungkin dimana2 sekarang udah kayak gini semua ya gan? Mungkin karena global warming n lagi penghematan bahan sandang . pakek baju mepet2 tapi kao pas di angkot tu rok ma baju di tarik2 ke bawah biar nutupin yang seharusnya tertutup (malu kali gan ma kernet angkotnya).

5. Tempat nongkrong ma jajan di kafe2
Mungkin anak jaman sekarang di kota ane dah malu kali gan makan di pinggir jalan (ex: mie ayam , somay dll). Lebih milih kafe2 yang keliatan lebih berkelas padahal uang saku juga mepet. Alhasil di sana masih laper (pesen nya Cuma lemon tea) n Cuma ngerumpi2 ga jelas ma temen2 se genk nya.



6. HP Blekberi beneran ma blekberi2an
Kalo yang kalangan menengah ke atas ya beli blekberi yang beneran gan, tapi buat yang agak kurang mam pu beli dah HP ne**an beri dll, yang penting qwerty. Trus kalo lagi ditempat umum nguthek2 tuh HP padahal pulsa nya ga ada. Yah biar keliatan sibuk gitu gan.

7. Parfum nya harus merek Or*fl*me
Ni pengalaman ana esndiri gan, adek nya temen ane sekolah di SMA negri yang katanya kalo beli parfum harus yang merek Or*fl*me karena semua temennya dah pakek parfum ntu gan. Padahal harganya paling murah 200k gan.

8. beli keperluan sekolah di Distro
Mau beli sepatu, tas, jaket, ma iket pinggang harus di distro gan. Biar keliatan mahal n gauls…hahahhahaha

9. Boxer n Hotpants
Ni yang ane paling heran gan, di kota ane tu kan hawanya dingin banget tapi banyak anak2 SMA yang kalo jalan2 tu pakek Boxer ma Hotpants. Padahal kakinya juga ga mulus2 amet. Abis jalan2 apa ga pada masuk angin tu?

Dari ciri2 yang ane sebutin diatas, ane bias narik satu kesimpulan gan => Anak SMA sekarang kok hidupnya Komsumtif banget, beda ma jaman ane (ane lulus SMA tahun 2007).
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NICE BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger