Bagi sebagian orang, mempunyai bekas luka seperti bekas cacar, bekas jerawat, lecet atau luka karena teriris benda tajam bisa sangat memengaruhi kepercayaan diri.
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
7 Cara Alami Terbaik Menghilangkan Bekas Luka
Minggu, 14 April 2013
Bagi sebagian orang, mempunyai bekas luka seperti bekas cacar, bekas jerawat, lecet atau luka karena teriris benda tajam bisa sangat memengaruhi kepercayaan diri.
Kolesterol Jahat
Rabu, 26 Oktober 2011
Kolesterol Jahat.
Postingan terakhir Sehat Kita Semua kemarin adalah mengenai AsKep Pasien dengan Ventrikular Septal Defek ( VSD ) dan mohon maaf kepada sobat-sobat yang banyak mengeluhkan tentang bahasa penulisan yang banyak menggunakan bahasa medis dan juga keperawatan.Karena keterbatasan dalam menerjemahkan ke bahasa yang mudah dimengerti jadi admin mohon maaf sebelumnya.
Postingan terakhir Sehat Kita Semua kemarin adalah mengenai AsKep Pasien dengan Ventrikular Septal Defek ( VSD ) dan mohon maaf kepada sobat-sobat yang banyak mengeluhkan tentang bahasa penulisan yang banyak menggunakan bahasa medis dan juga keperawatan.Karena keterbatasan dalam menerjemahkan ke bahasa yang mudah dimengerti jadi admin mohon maaf sebelumnya.
Makanan Pengganti ASI
Makanan Pengganti ASI.
Bismillah...Postingan terakhir Sehat Kita Semua kolesterol jahat maka pagi ini akan memposting mengenai masalah kesehatan bayi yaitu makanan pengganti ASI.
ASI memang memberikan keuntungan yang tidak dapat digantikan dengan makanan pengganti apapun, namun kebanyakan bayi yang diberi susu formula tumbuh cukup sehat setidak-tidaknya di negara-negara maju seperti USA.
Setelah usia 6 bulan, bayi memang perlu mendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI). Karena, semakin bertambah usia, kebutuhan gizi anak pun semakin meningkat. Kebutuhan gizi ini tidak cukup dari ASI saja, tetapi juga harus diperoleh dari makanan padat pertama, berupa buah dan bubur susu.
Bismillah...Postingan terakhir Sehat Kita Semua kolesterol jahat maka pagi ini akan memposting mengenai masalah kesehatan bayi yaitu makanan pengganti ASI.
ASI memang memberikan keuntungan yang tidak dapat digantikan dengan makanan pengganti apapun, namun kebanyakan bayi yang diberi susu formula tumbuh cukup sehat setidak-tidaknya di negara-negara maju seperti USA.
Setelah usia 6 bulan, bayi memang perlu mendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI). Karena, semakin bertambah usia, kebutuhan gizi anak pun semakin meningkat. Kebutuhan gizi ini tidak cukup dari ASI saja, tetapi juga harus diperoleh dari makanan padat pertama, berupa buah dan bubur susu.
Medan Magnet Cegah Serangan Jantung
Rabu, 22 Juni 2011
Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Rongjia Tao telah menemukan bahwa medan magnet bisa membantu mengurangi kekentalan darah manusia dan mencegah serangan jantung.
Biji Asam Bisa Pulihkan Syaraf yang Rusak
Andrew Rodda, ilmuan yang tergabung dalam Monash Material Engineering meneliti xyloglucan, senyawa yang berasal dari tanaman asam. Dalam tanaman, xyloglucan berperan penting untuk menghubungkan sel yang satu dengan lainnya. Sementara itu, Andrew Rodda, telah mengkaji khasiat biomaterial ini pada hewan yang menderita kerusakan sel syaraf.
Rahasia Dibalik Khasiat 15 Herbal yang Luar Biasa
Kamis, 16 Juni 2011
Disadari atau tidak, pola konsumsi harian yang kita lakukan akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Beberapa jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi tubuh ternyata memiliki khasiat yang luar biasa, baik sebagai suplemen tubuh, maupun sebagai obat herbal.
Beberapa herbal yang telah diteliti dan terbukti sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya sebagai berikut :
1. Tebu.
Beberapa herbal yang telah diteliti dan terbukti sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya sebagai berikut :
1. Tebu.

Alasan Orang 'Ngiler' Saat Tidur
Senin, 13 Juni 2011
Ngupil Berpotensi Memicu Keretakan Hubungan Cinta
Jumat, 10 Juni 2011
Ngupil, akhir akhir ini kata yang satu ini sering terdengar ditelinga setelah beberapa saat lalu salah seorang anggota dewan yang namanya juga populer tertangkap kamera sedang ngupil. Tapi postingan terselubung berikut ini bukan membahas tentang upil mengupilnya sang anggota dewan tersebut, melainkan kemungkinan dampak kebiasaaan ngupil berimplikasi atau tidak terhadap sebuah hubungan.

6 Manfaat Menangis untuk Kesehatan
Rabu, 08 Juni 2011

Kelamaan menangis memang bisa membuat mata merah dan bengkak. Namun dibalik itu, menangis atau mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat mujarab yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?
Dikutip dari Beliefnet, ini dia enam manfaat air mata yang bisa Anda dapatkan setelah menangis atau mengeluarkan air mata.
Zat Kimia Pada Otak Penyebab Maho
Selasa, 07 Juni 2011
Tak ada yang mengetahui pasti pendorong preferensi seksual seseorang. Namun, berdasar ujicoba terbaru ilmuwan China, ditemukan zat otak pendorong orang menjadi gay. Serotonin diketahui mampu mempengaruhi perilaku seksual pada tikus dan manusia. Senyawa ini biasanya juga mengurangi aktivitas seksual seseorang.

Ditemukan, Alat Pembunuh Bakteri E. coli
Minggu, 05 Juni 2011
Dari penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Universitas Southampton, Inggris, diketahui bahwa ada zat anti-mikroba yang melekat di logam tersebut.
10 Rahasia Awet Muda Perkasa
Jumat, 03 Juni 2011
Selalu ingin terlihat muda adalah dambaan banyak orang. Namun, untuk menjaga keremajaan kulit dan tubuh, seringkali banyak wanita menghalalkan segala cara, termasuk tergoda mencicipi berbagai macam produk kosmetik.
Bakteri dalam Usus Pengaruhi Perilaku Anda
Sabtu, 21 Mei 2011
Ribuan bakteri hidup dalam usus manusia. Selain memberikan manfaat, keberadaan bakteri-bakteri itu, terkadang juga merugikan manusia.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap, bakteri dalam usus dapat mempengaruhi perilaku manusia.
7 Pengobatan Tergila di Dunia
Selasa, 17 Mei 2011
Zaman sekarang semua orang lebih mementingkan tekhnologi, apalagi dalam masalah pengobatan .. padahal masih banyak gan pengobatan dengan cara tradisional yang tidak diragukan untuk menyembuhkan suatu penyakit.. biaya murah.. sembuh lagi .. mantep kan . Ini ada sekilas penyembuhan tradisional yg unik dan aneh.. mungkin bisa agan coba di rumah ..


Ditemukan, Penyebab Kematian Mendadak Atlet
Senin, 11 April 2011
Sickle Cell Trait (SCT), meski langka, diperkirakan bisa menjadi penyebab kematian mendadak para atlet Afro-Amerika. Khususnya saat mereka sedang berlatih atau bertanding. Temuan ini dipaparkan oleh ilmuwan pada ajang American College of Cardiology Scientific Sessions, di New Orleans, 1 sampai 3 April lalu.
SCT, yang diperkirakan menjangkiti sekitar 8 persen keturunan Afrika-Amerika yang tinggal di Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi penyebab kematian mendadak pada proses perekrutan militer, saat para calon tentara menjalankan latihan berat.
“Semula, sickle cell trait diperkirakan merupakan kondisi yang tidak berbahaya,” kata Kevin Harris, Director of the Echocardiography Laboratory, Abbott Northwestern Hospital, Minneapolis, seperti dikutip dari Physorg, 6 April 2011.
Namun demikian, Harris menyebutkan, penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi fisik yang ekstrim seperti ujian perekrutan militer, sejumlah individu yang mengidap SCT berpotensi meninggal mendadak. “Ini juga ternyata terjadi di dunia olahraga,” ucapnya.
Untuk memastikan, Harris dan rekan-rekannya memeriksa data kematian mendadak para atlit selama 30 tahun terakhir yang tercatat di US National Registry of Sudden Death in Athletes.
Dari 2.387 kematian mendadak yang tercatat, diketahui bahwa 22 atlit yang meninggal memiliki SCT dengan 15 kematian di antaranya, SCT disebut-sebut sebagai penyebab utama. Mereka yang meninggal berusia rata-rata 18,5 tahun. Seluruhnya keturunan Afrika-Amerika dan 20 orang diantaranya adalah laki-laki.
Seluruh atlet meninggal saat melakukan aktivitas fisik dengan 21 orang saat melakukan latihan dan satu orang saat melakukan pertandingan. Dari 22 kematian akibat SCT, 18 di antaranya merupakan atlet sepak bola, 3 orang atlet bola basket dan seorang atlet lari.
“Kondisi lingkungan seperti panas, kelembaban, dan tingkat dehidrasi juga menjadi faktor lain yang menyebabkan kematian. Ini menggarisbawahi pentingnya istirahat dan minum bagi para atlet muda,” kata Harris. “Jika atlet terdeteksi memiliki SCT, antisipasi yang cukup harus disediakan. Staf pelatih juga harus diberi tahu,” ucapnya.
Temuan ini, menurut para peneliti, juga menegaskan pentingnya melakukan pemeriksaan terhadap atlet untuk mengetahui apakah ia memiliki SCT di tubuhnya.
SCT, yang diperkirakan menjangkiti sekitar 8 persen keturunan Afrika-Amerika yang tinggal di Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi penyebab kematian mendadak pada proses perekrutan militer, saat para calon tentara menjalankan latihan berat.
“Semula, sickle cell trait diperkirakan merupakan kondisi yang tidak berbahaya,” kata Kevin Harris, Director of the Echocardiography Laboratory, Abbott Northwestern Hospital, Minneapolis, seperti dikutip dari Physorg, 6 April 2011.
Namun demikian, Harris menyebutkan, penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi fisik yang ekstrim seperti ujian perekrutan militer, sejumlah individu yang mengidap SCT berpotensi meninggal mendadak. “Ini juga ternyata terjadi di dunia olahraga,” ucapnya.
Untuk memastikan, Harris dan rekan-rekannya memeriksa data kematian mendadak para atlit selama 30 tahun terakhir yang tercatat di US National Registry of Sudden Death in Athletes.
Dari 2.387 kematian mendadak yang tercatat, diketahui bahwa 22 atlit yang meninggal memiliki SCT dengan 15 kematian di antaranya, SCT disebut-sebut sebagai penyebab utama. Mereka yang meninggal berusia rata-rata 18,5 tahun. Seluruhnya keturunan Afrika-Amerika dan 20 orang diantaranya adalah laki-laki.
Seluruh atlet meninggal saat melakukan aktivitas fisik dengan 21 orang saat melakukan latihan dan satu orang saat melakukan pertandingan. Dari 22 kematian akibat SCT, 18 di antaranya merupakan atlet sepak bola, 3 orang atlet bola basket dan seorang atlet lari.
“Kondisi lingkungan seperti panas, kelembaban, dan tingkat dehidrasi juga menjadi faktor lain yang menyebabkan kematian. Ini menggarisbawahi pentingnya istirahat dan minum bagi para atlet muda,” kata Harris. “Jika atlet terdeteksi memiliki SCT, antisipasi yang cukup harus disediakan. Staf pelatih juga harus diberi tahu,” ucapnya.
Temuan ini, menurut para peneliti, juga menegaskan pentingnya melakukan pemeriksaan terhadap atlet untuk mengetahui apakah ia memiliki SCT di tubuhnya.
Pil Ini Bisa Sembuhkan Cacat Moral?
Ini memang seperti sebuah cerita fiksi. Tapi, suatu hari mungkin kita bisa mengobati cacat moral seseorang dengan menggunakan pengobatan melalui pil.
Para ilmuwan memang sangat tertarik untuk mengembangkan teknologi biomedis yang dapat mempengaruhi proses biologis, sehingga bisa meningkatkan perilaku moral seseorang.
"Sekarang, ini menjadi topik yang hangat di bidang riset saintifik," kata Dr Tom Douglas, periset dari Uehiro Centre Oxford University, seperti dikutip dari situs Guardian.Menurut Douglas, yang juga merupakan salah satu pengarang buku Enhancing Human Capabilities, sebenarnya saat ini sudah ada obat-obatan yang dapat mempengaruhi pemikiran berlandaskan moral serta perilaku.
Prozac, misalnya, bisa meminimalkan agresi dan kegetiran terhadap lingkungan sekitar. Dengan kata lain, obat ini juga bisa membuat pasien menjadi lebih kompromis. Sementara itu, Oksitosin, atau biasa disebut dengan 'hormon cinta', diketahui dapat meningkatkan perasaan terhadap ikatan sosial dan empati, sekaligus juga mengurangi rasa cemas.
"Para ilmuwan akan mengembangkan lebih banyak obat-obatan. Sekarang saja, misalnya, kita bisa meminta resep beberapa dosis Oksitosin, sebagai obat semprot di hidung," kata Douglas. Namun, tak semua orang setuju dengan pendapat Douglas.
Deputy Director of Oxford Centre for Neuroethics Guy Kahane, mengatakan bahwa obat mungkin bisa mempengaruhi respon emosional seseorang. Namun, menurut Kahane, meningkatkan perilaku moral, bukanlah sesuatu yang bisa dijawab oleh ilmu pengetahuan.
Lagipula, andaikan hal itu bisa, ia juga ragu apakah orang-orang mau dengan sukarela menenggak pil demi memperbaiki moralnya. Kahane mengatakan, membuat seseorang menjadi lebih baik, tidak agresif, dan lebih lembut berarti membuat orang itu menjadi lebih mudah dieksploitasi orang.
Di sisi lain, Kahane mengakui, bila hal ini diterapkan secara luas, mungkin memang bisa membantu manusia dalam mengatasi masalah global dan kemanusiaan. Namun, Ruud ter Meulen, Director of the Centre Ethics University of Bristol, memperingatkan, obat ini kadang juga bisa menimbulkan efek buruk.
"Oksitasin memang bisa menanamkan rasa percaya dan kerjasama dengan orang lain pada kelompok sosial yang sama. Tapi ini juga bisa mengurangi rasa empati kepada orang yang berada di luar kelompoknya," kata Meulen.
Contoh lainnya, Meulen menjelaskan, pengobatan terhadap penyakit Parkinson menggunakan stimulasi otak juga bisa mengakibatkan pasien menjadi lebih berani mengutil dari toko, bahkan menjadi agresif secara seksual.
Meulen lebih setuju bila obat-obat pendongkrak perilaku moral ini digunakan pada sistem peradilan kriminal.
"Pil-pil ini akan lebih efektif bila digunakan untuk pencegahan dan mengobati kriminal daripada menjebloskan orang ke penjara," katanya. Di Indonesia, mungkin ini bisa diberikan kepada para pejabat atau wakil rakyat yang korup dan tidak bermoral.
Apakah Penyakit Akibat Radiasi Menular?
Selasa, 05 April 2011
Hai para pembaca nice blog kalian sema pasti sudah tahu seberapa bahayanya radiasi nuklir , dan kalian pasti ingin tahu penyakit akibat nuklir itu apa saja berikut:
Mengenal Seluk Beluk Hepatitis
Hepatitis diartikan secara sederhana merupakan suatu peradangan pada hati. Masyarakat awam sering memberi istilah penyakit kuning atau liver. Peradangan hati disebabkan oleh virus, bakteri, maupun parasit. Hepatitis terdiri dari A, B, C, D dan E, bahkan belakangan ini ada ditemukan tipe hepatitis F dan G.
Untuk mengetahui tipe hepatitis yang diidap, penderita melakukan uji sampel darah. Gejala-gejala yang dialami pada umumnya mual-mual (nausea), muntah-muntah (vomiting), sakit kepala (headache), malas makan (anorexia), sakit kuning (jaundice), tinja berwarna tanah liat (clay color stools), air kencing berwarna gelap (dark urine) dan pembengkakan hati/liver (hepatomegaly).
Diagnosa
Hepatitis A, B, C, D, E, F dan G disebabkan oleh virus, namun ada juga hal lain yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit tersebut, yaitu disebabkan oleh minum minuman beralkohol dan juga efek samping dari mengkonsumsi obat penyakit lain yang dapat menimbulkan peradangan liver. Misalnya, jenis obat Isoniazid, merupakan obat untuk TBC. Efek samping dari mengkonsumsi obat ini dapat menyebabkan hepatitis pada 1% pasien.
Makin tua pasien keadaannya akan semakin parah. Obat-obat lainnya yang mengandung efek samping menimbulkan penyakit hepatitis, diantaranya adalah Haloathane, digunakan sebagai pembius (anastesi). Zidovudine, adalah obat antiviral (anti virus). Ketoconazole, adalah obat anti jamur. Nifedipine, obat penyakit jantung yang berfungsi sebagai pencegah saluran kalsium. Ibufrofen and indomethacin, adalah obat anti peradangan yang justru bisa membuat peradangan pada liver. Phenytoin, adalah obat untuk kejang-kejang. Depakote, adalah obat anti kejang lainnya. Amitriptyline, adalah obat yang sering digunakan sebagai antidepressant dan bisa menimbulkan peradangan liver. Rifampin and nitrofurantoin, merupakan antibiotik. Sebagian besar antibiotik berpotensi menggang liver. Namu, jenis obat-obatan tersebut, tidak akan mengakibatkan hepatitis jika kondisi tubuh si pasien memang sanggup menanganinya.
Hepatitis A.
Hepatitis A adalah penyakit liver yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Masa inkubasi hepatitis A sekitar 28 hari atau kisaran 15 sampai dengan 50 hari. Gejala-gejalanya adalah hilang nafsu makan, mual-mual, kulit dan mata kuning, nyeri/tidak nyaman pada perut, diare, demam, kelelahan. Gejala-gejala ini sering timbul pada orang dewasa daripada anak-anak. Penyebaran HAV ditemukan pada tinja (feces) penderita hepatitis A, biasanya menyebar dari orang ke orang dengan meletakkan sesuatu dalam mulut (walaupun tampaknya bersih), padahal sesuatu itu telah terkontaminasi tinja penderita hepatitis A.
Hepatitis B
Penyakit hati yang disebabkan serangan virus hepatitis B (HBV). Virus ini dapat menyebabkan infeksi seumur hidup atau kronis, sirosis atau jaringan parut pada hati, kanker hati atau liver, gagal hati, dan kematian. Virus hepatitis B dapat hidup pada manusia dan sinpanse. Namun, binatang sebagai sumber virus secara alamiah belum diketahui. Hanya saja virus hepadna yang mendekati susunan virus hepatitis B ditemukan pada beberapa jenis bebek, tetapi ternyata virus ini tidak menimbulkan sakit pada manusia. Gejalanya hampir sama dengan hepatitis A, namun pada jenis ini diketahui tinja berwarna merah tanah liat dan nyeri persendian. Gejala biasanya 12 minggu setelah terpapar virus hepatitis B dan terjadi pada 70% pasien dan umumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak. Kematian ini bisa terjadi pada sekitar 1% penderita hepatitis B. Angka ini lebih tinggi kepada penderita berumur di atas 40 tahun.
Hepatitis C
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus ini ditemukan di dalam darah orang yang terkena dan disebarkan melalui darah orang yang terinfeksi. Istilah laboratorium dan kesehatannya adalah HCV infection. Hampir 80% penderita hepatitis C menjadi hepatitis chronis, yang kemudian dianggap merupakan awal dari atau pencetus terjadi kanker hati (carcinoma hepatis) yang fatal. Masa inkubasi virus hepatitis C ini vervariasi antara 2 minggu hingga 6 bulan, tetapi lebih sering 6 hingga 9 miggu. Adapun terjadinya keganasan (kanker hati) setelah selama sekitar 20 tahun menderita hepatitis C yang kronis. Kematian akibat penyakit ini 1%-5% penderita berkemungkinan meninggal, hal ini menjadi alasan utama untuk dilakukannya transplantasi hati/liver.
Hepatitis D (Hepatitis Delta)
Virus hepatitis D (HDV) merupakan virus RNA (Ribonucleic Acid/asam ribonukleat) tunggal yang membutuhkan bantuan hepatitis B untuk bertumbuh (replikasi). Semua jenis hepatitis memiliki gejala yang mirip walaupun tidak persis sama. Gejala hepatitis D biasanya tidak ada perbedaan dari hepatitis B, mengingat hepatitis D merupakan kelanjutan hepatitis B. Mengingat sifat hepatitis D yang membutuhkan koinfeksi dan superinfeksi dengan hepatitis B, maka siapapun yang sudah menunjukkan hepatitis B perlu waspada akan adanya serangan lanjutan berupa hepatitis D.
Hepatitis E
Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV) dan ditemukan tahun 1987. Virus ini masuk dan mulai membelah diri di daerah pencernaan (usus besar dan kecil), tetapi paling banyak berkembang di liver. Virus hepatitis E cenderung gampang menyebar di daerah yang buruk lingkungan sanitasinya.
Perkembangan virus tidak berhenti hingga disini saja, ternyata telah ditemukan dua lagi virus yang berkembang yaitu virus hepatitif F dan G. Munculnya hepatitis F datang dari India di tahun 1983. Virus baru ini merupakan virus hepatitis yang disebarkan lewat feses (tinja). Hepatitis G yang ditimbulkan oleh HGV. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1996 dan dipercaya sebagai ‘’kawan’’ virus hepatitis C.
Sumber virus secara alamiah adalah manusia, binatang sinpanse dan beberapa kera liar. Namun, untuk penularannya ada sedikit perbedaan antara hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Penularannya ada yang melalui makanan atau minuman dan ada juga yang melalui transfusi darah.
Hepatitis merupakan penyakit yang harus diwaspadai, dihindari dan ditanggulangi karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia, bayi, anak-anak, remaja maupun dewasa.
Dalam situasi permasalahan manusia yang semakin kompleks dan keadaan alam yang semakin tidak menentu, penyakit ini bisa datang kapan saja, bahkan mungkin telah bersarang di tubuh tanpa disadari oleh penderita. Menjaga kebersihan dan rekomendasi vaksin merupakan pencegahan yang paling mudah dan terjangkau. Semoga Allah SWT selalu memberi nikmat sehat kepada kita semua, amin.
Untuk mengetahui tipe hepatitis yang diidap, penderita melakukan uji sampel darah. Gejala-gejala yang dialami pada umumnya mual-mual (nausea), muntah-muntah (vomiting), sakit kepala (headache), malas makan (anorexia), sakit kuning (jaundice), tinja berwarna tanah liat (clay color stools), air kencing berwarna gelap (dark urine) dan pembengkakan hati/liver (hepatomegaly).
Diagnosa
Hepatitis A, B, C, D, E, F dan G disebabkan oleh virus, namun ada juga hal lain yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit tersebut, yaitu disebabkan oleh minum minuman beralkohol dan juga efek samping dari mengkonsumsi obat penyakit lain yang dapat menimbulkan peradangan liver. Misalnya, jenis obat Isoniazid, merupakan obat untuk TBC. Efek samping dari mengkonsumsi obat ini dapat menyebabkan hepatitis pada 1% pasien.
Makin tua pasien keadaannya akan semakin parah. Obat-obat lainnya yang mengandung efek samping menimbulkan penyakit hepatitis, diantaranya adalah Haloathane, digunakan sebagai pembius (anastesi). Zidovudine, adalah obat antiviral (anti virus). Ketoconazole, adalah obat anti jamur. Nifedipine, obat penyakit jantung yang berfungsi sebagai pencegah saluran kalsium. Ibufrofen and indomethacin, adalah obat anti peradangan yang justru bisa membuat peradangan pada liver. Phenytoin, adalah obat untuk kejang-kejang. Depakote, adalah obat anti kejang lainnya. Amitriptyline, adalah obat yang sering digunakan sebagai antidepressant dan bisa menimbulkan peradangan liver. Rifampin and nitrofurantoin, merupakan antibiotik. Sebagian besar antibiotik berpotensi menggang liver. Namu, jenis obat-obatan tersebut, tidak akan mengakibatkan hepatitis jika kondisi tubuh si pasien memang sanggup menanganinya.
Hepatitis A.
Hepatitis A adalah penyakit liver yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Masa inkubasi hepatitis A sekitar 28 hari atau kisaran 15 sampai dengan 50 hari. Gejala-gejalanya adalah hilang nafsu makan, mual-mual, kulit dan mata kuning, nyeri/tidak nyaman pada perut, diare, demam, kelelahan. Gejala-gejala ini sering timbul pada orang dewasa daripada anak-anak. Penyebaran HAV ditemukan pada tinja (feces) penderita hepatitis A, biasanya menyebar dari orang ke orang dengan meletakkan sesuatu dalam mulut (walaupun tampaknya bersih), padahal sesuatu itu telah terkontaminasi tinja penderita hepatitis A.
Hepatitis B
Penyakit hati yang disebabkan serangan virus hepatitis B (HBV). Virus ini dapat menyebabkan infeksi seumur hidup atau kronis, sirosis atau jaringan parut pada hati, kanker hati atau liver, gagal hati, dan kematian. Virus hepatitis B dapat hidup pada manusia dan sinpanse. Namun, binatang sebagai sumber virus secara alamiah belum diketahui. Hanya saja virus hepadna yang mendekati susunan virus hepatitis B ditemukan pada beberapa jenis bebek, tetapi ternyata virus ini tidak menimbulkan sakit pada manusia. Gejalanya hampir sama dengan hepatitis A, namun pada jenis ini diketahui tinja berwarna merah tanah liat dan nyeri persendian. Gejala biasanya 12 minggu setelah terpapar virus hepatitis B dan terjadi pada 70% pasien dan umumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak. Kematian ini bisa terjadi pada sekitar 1% penderita hepatitis B. Angka ini lebih tinggi kepada penderita berumur di atas 40 tahun.
Hepatitis C
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus ini ditemukan di dalam darah orang yang terkena dan disebarkan melalui darah orang yang terinfeksi. Istilah laboratorium dan kesehatannya adalah HCV infection. Hampir 80% penderita hepatitis C menjadi hepatitis chronis, yang kemudian dianggap merupakan awal dari atau pencetus terjadi kanker hati (carcinoma hepatis) yang fatal. Masa inkubasi virus hepatitis C ini vervariasi antara 2 minggu hingga 6 bulan, tetapi lebih sering 6 hingga 9 miggu. Adapun terjadinya keganasan (kanker hati) setelah selama sekitar 20 tahun menderita hepatitis C yang kronis. Kematian akibat penyakit ini 1%-5% penderita berkemungkinan meninggal, hal ini menjadi alasan utama untuk dilakukannya transplantasi hati/liver.
Hepatitis D (Hepatitis Delta)
Virus hepatitis D (HDV) merupakan virus RNA (Ribonucleic Acid/asam ribonukleat) tunggal yang membutuhkan bantuan hepatitis B untuk bertumbuh (replikasi). Semua jenis hepatitis memiliki gejala yang mirip walaupun tidak persis sama. Gejala hepatitis D biasanya tidak ada perbedaan dari hepatitis B, mengingat hepatitis D merupakan kelanjutan hepatitis B. Mengingat sifat hepatitis D yang membutuhkan koinfeksi dan superinfeksi dengan hepatitis B, maka siapapun yang sudah menunjukkan hepatitis B perlu waspada akan adanya serangan lanjutan berupa hepatitis D.
Hepatitis E
Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV) dan ditemukan tahun 1987. Virus ini masuk dan mulai membelah diri di daerah pencernaan (usus besar dan kecil), tetapi paling banyak berkembang di liver. Virus hepatitis E cenderung gampang menyebar di daerah yang buruk lingkungan sanitasinya.
Perkembangan virus tidak berhenti hingga disini saja, ternyata telah ditemukan dua lagi virus yang berkembang yaitu virus hepatitif F dan G. Munculnya hepatitis F datang dari India di tahun 1983. Virus baru ini merupakan virus hepatitis yang disebarkan lewat feses (tinja). Hepatitis G yang ditimbulkan oleh HGV. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1996 dan dipercaya sebagai ‘’kawan’’ virus hepatitis C.
Sumber virus secara alamiah adalah manusia, binatang sinpanse dan beberapa kera liar. Namun, untuk penularannya ada sedikit perbedaan antara hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Penularannya ada yang melalui makanan atau minuman dan ada juga yang melalui transfusi darah.
Hepatitis merupakan penyakit yang harus diwaspadai, dihindari dan ditanggulangi karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia, bayi, anak-anak, remaja maupun dewasa.
Dalam situasi permasalahan manusia yang semakin kompleks dan keadaan alam yang semakin tidak menentu, penyakit ini bisa datang kapan saja, bahkan mungkin telah bersarang di tubuh tanpa disadari oleh penderita. Menjaga kebersihan dan rekomendasi vaksin merupakan pencegahan yang paling mudah dan terjangkau. Semoga Allah SWT selalu memberi nikmat sehat kepada kita semua, amin.
Hal-hal Kecil yang Bantu Kurangi Berat Badan
Jumat, 01 April 2011
Dikutip dari Health, berikut ini strategi pengurangan berat badan yang disarankan para ahli. Tindakan kecil memang, tapi pengaruhnya cukup besar bagi tubuh Anda.
1. Memotret Makanan yang Akan Dikonsumsi.
Banyak studi yang menunjukkan bahwa merekam makanan bisa membantu Anda mengurangi berat badan hingga 5 persen. Robert A. Carels, PhD, profesor departemen psikologi di Bowling Green State University menyarankan untuk memotret makanan dengan kamera ponsel sebelum dan setelah dimakan.
Mengapa cara ini efektif? Membuat diary makanan dalam bentuk visual lebih efektif untuk mengetahui apa dan berapa banyak makanan yang dikonsumsi. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol asupan makanan per harinya.
2. Lipat Tigakan Asupan Vitamin C Sebelum Olahraga
Mengonsumsi 500 miligram vitamin C secara rutin, bisa membantu Anda membakar kalori 30 persen lebih banyak saat olahraga. Hal ini dikemukakan hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal American College of Nutrition.
Konsumsilah 3 porsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk, brokoli, cantaloupe, wortel dan tomat ceri.
3. Olahraga dalam Kelompok
Ajaklah teman-teman Anda untuk olahraga bersama. Menurut Tim Lohman, profesor dari University of Arizona, olahraga secara berkelompok bisa menurunkan berat badan lebih cepat.
Ahli olahraga dan komposisi tubuh ini menyarankan untuk olahraga bersama, sedikitnya satu kali dalam seminggu. Rekan saat olahraga membantu Anda lebih semmangat dan termotivasi untuk rajin ke gym. "Aktivitas olahraga akan lebih menyenangkan ketika bersama orang yang kita kenal," ujar Lohman.
4. Konsumsi Buah Berbagai Warna
Penuhi asupan nutrisi Anda dengan berbagai jenis buah dan sayur untuk mencegah konsumsi kalori berlebih. Usahakan mengonsumsi buah dan sayur berbagai warna dalam satu hari. Bisa dengan mencampur strawberry dengan sereal sarapan, makan apel sebagai camilan atau salad dengan banyak wortel, tomat dan paprika untuk 'teman' makan siang.
Ponsel Kini Bisa untuk Deteksi Kanker
Sebelumnya, ahli onkologi biasanya menggunakan jarum tebal untuk mengambil beberapa sel dari benjolan untuk dianalisa di lab. Namun demikian, uji coba umumnya memakan waktu berhari-hari dan kadang tidak dapat memberikan kesimpulan yang pasti.
Untuk itu, Ralph Weissleder, ilmuwan asal Massachusetts General Hospital di Boston, Amerika Serikat, mengembangkan mesin nuclear magnetic resonance (NMR) kecil, alat yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi senyawa kimia dengan mengetahui reaksi mereka di medan magnet.
Mereka juga menemukan cara untuk melemapirkan nanopartikel magnetik ke protein sehingga mesin bisa memilih protein tertentu seperti yang ditemukan pada sel tumor.
Mesin NMR standar yang biasa digunakan di lab kimia memiliki ukuran sebesar lemari. Akan tetapi, menggunakan teknologi yang dikembangkan, alat itu hanya memiliki ukuran sebesar cangkir kopi.
Untuk mengetahui bagaimana alat baru ini bisa dimanfaatkan di klinik kanker, peneliti MGH menggunakan prosedur standar untuk mengambil sel mencurigakan dari tubuh pasien.
Mereka kemudian memberi label pada sel dengan berbagai nanopartikel magnetik yang didesain untuk melekat pada protein yang berhubungan dengan kanker dan menyuntikkan sel tersebut ke mesin NMR mini yang telah dibuat.
Alat itu, yang data keluarannya bisa dibaca oleh aplikasi milik smartphone, mendeteksi sembilan protein untuk mencari sel kanker.
Dengan mengombinasikan empat dari sembilan hasil penelitian terhadap protein tersebut, tim MGH berhasil mendiagnosa biopsi 48 dari 50 pasien dalam waktu kurang dari 1 jam per pasien.
Menurut laporan yang dipublikasikan di Science Translational Medicine, hasil diagnosis micro NMR tersebut juga 100 persen akurat saat meneliti 20 pasien lain yang diperiksa. Sebagai perbandingan, tes patologi standar pada sampel serupa hanya mencapai tingkat akurasi antara 74 sampai 84 persen.
Weissleder berharap, perangkat yang mereka kembangkan memungkinkan dokter mengambil sampel dari pasien, menguji cobanya, dan memberitahukan hasilnya saat pasien siuman. “Saat ini, pasien datang untuk tes biopsi, pulang, dan menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya,” kata Weissleder, seperti dikutip dari Science, 24 Februari 2011.
“Pasien mengalami periode yang sulit saat menunggu hasil apakah mereka terkena kanker atau tidak,” ucap Weissleder. “Selain itu, cara ini juga bisa memangkas pemeriksaan biopsi ulangan yang umumnya memakan biaya hingga ribuan dolar,” ucapnya.


